31 Januari 2009

Cara Praktis Membuat PCB


Praktis,ekonomis dan mudah,mungkin itu yang diharapkan banyak orang terutama saya sendiri.Di internet banyak sekali artikel-artikel yang membahas cara membuat PCB dengan berbagai cara,tapi saya akan membahas cara yang menurut saya paling mudah,murah dan nggak ribet.Sudah banyak orang yang tau,tapi juga nggak sedikit orang yang belum tau.


Bahan dan peralatan:
  1. Lay out PCB yang telah di Foto Copy pada kertas HVS(kalau bisa yang tipis,60gram) atau kertas kalender (tapi biasanya tukang potokopi-nya nggak mau karena alasan ini-itu).
  2. PCB polos (bukan yg berlubang)
  3. Kertas gosok/abrassive paper yang halus
  4. Setrika listrik
  5. Ferric Chloride/FeCl3
  6. Bor PCB
  7. Pisau Cutter/jarum pentul
  8. Sikat gigi
  9. Spidol permanent
  10. Penggaris (jika diperlukan)


Langkah-langkah:
  • Niat dan berdo'a (kalo niatnya baik,insya Allah dinilai ibadah)
  • Potong PCB dengan pisau cutter sesuai ukuran yang diinginkan kemudian amplas bagian pinggir PCB sapai halus (nggak tajam).
  • Gosok PCB (bag. yang ada tembaganya) dengan kertas gosok untuk membersihkan kotoran atau bisa juga dengan thinner.
  • Potong kertas yang ada gambar layout-nya 1cm lebih lebar dari ukuran PCB.
  • Panaskan setrika,set pada posisi max. dan setelah lampu indikatornya mati,set pengatur panasnya ke posisi tengah (arah jam 12).
  • Letakkan gambar Lay Out tepat diatas PCB,lipat sisa kertas(salah satu bagian saja) yang 1cm tadi ke balik PCB dan rekatkan dengan isolasi (biar lay out nggak bergeser).
  • Tekan Setrika keatas kertas,tekan merata sampai seluruh bagian Lay Out menempel ke PCB.Tekan sambil digosokkan pelan-pelan biar Lay Out-nya nggak memudar/mblarah dan jangan terlalu lama karena PCB akan melengkung dan lapisan tembaga bisa terkelupas.
  • Biarkan PCB dingin secara alami.
  • Rendam PCB ke dalam air,biarkan kertas melumer (hancur/meleleh kena air,gosok dengan sikat gigi pelan-pelan sampai gambar Lay Out-nya kelihatan.Gosok sampai bagian yang nggak diperlukan (yang nggak bergambar)hilang.Jalur lay out akan tampak putih karena sisa kertas yang masih menempel.
  • Keringkan dan periksa jalur-jalurnya,rapikan dengan pisau cutter atau jarum pentul.
  • Kalau ada jalur yang terputus/kurang menempel dengan sempurna,sambung/tebalkan dengan spidol permanen.
  • Siapkan wadah dari plastik(yang penting bukan logam).
  • Untuk melarutkan satu buah PCB masukkan Ferric Chloride secukupnya(kurang lebih 1 sendok makan) kedalam wadah dan masukkan air(kalo bisa air panas) kurang lebih 100ml.
  • Masukkan PCB kedalam larutan Ferric Chloride(FeCl3) sambil digoyang-goyang(wadahnya,bukan orangnya).
  • Kalau lapisan tembaga yang tidak diperlukan(yang tidak tertutup gambar) sudah hilang/lebur,berarti PCB sudah siap diangkat.
  • Bersihkan dengan air dan untuk menghilangkan gambar(gambar LayOut) pada PCB,gunakan kertas gosok atau thinner biar lapisan tembaganya nggak tipis.
  • Periksa kembali jalurnya barangkali ada yang putus.
  • PCB siap di bor,bor sesuai besarnya kaki komponen.
  • Bersihkan dan PCB siap digunakan.

(kanggo mas Bram,maturnuwun)

27 Desember 2008

Parfum dari neraka

Ini terjadi pas aku masih kelas 2 SMP, waktu masih lucu-lucunya.Aku nggak pernah bepergian kemana-mana.
Anaknya pakdeku,mas Sony kuliah di UNEJ(Universitas Jember).Pada hari minggu,ku turut ayah ke kota eh soir salah,kamsudnya pada hari minggu mas Sony ngajak aku maen ke kampusnya.Kita naek bis coz lokasinya jauh dari tempatku.Kalo nggak salah naek bis Kentjono,penuh banget tapi aku dapet tempat duduk dan masku berdiri di dekatku.

Pak Kondektur,waktu itu pake celana oranye(seragamnya kondektur) yang kotor pas bagian pantatnya.Dia membelah manusia-manusia yang berdesakan,bergantungan(kayak lagunya Ahmad Albar donk).Pas nyampe di deketku,si Kondektur berhenti dan menghitung uang disitu,berdiri pas membelakangiku sambil sesekali telunjuknya menunjuk-nunjuk menghitung jumlah penumpang.

Entah berapa detik kemudian,kudengar suara mendesis tepat di depan kepalaku,
"pesssssss......"
Semerbak aromanya yang buadek dan banger(seperti telur busuk) seketika memenuhi lubang hidungku yang mancung ke dalam.
"ambu entuuut........." (bau kentut).
Belum semenit,suara mendesis itu terdengar lagi.Dan aku tau,suara itu keluar dari pantatnya si Kondektur yang terbungkus celana oranye tepat di depan kepalaku.
"pesssssssss........"
Kali ini baunya nggak kalah serem.Si Kondektur pindah ke belakang seolah tak menyadari apa yang baru saja dilakukan.
Aku langsung menutup mulutku dengan kedua tanganku,seperti ada yang mau keluar.Mas Sony dengan cekatan meraih plastik yang tergantung diatasnya,dan diberikannya padaku.
"Hoek......hoek...sorrrrrrrrrrrrr....."
Aku muntah(mabok perjalanan) gara-gara kentutnya si Kondektur(emang suka mabok darat kok,hehehe........).

Itulah cerita ndesoku.Alhamdulillaah sekarang aku udah gak pernah muntah lagi kalo naek bis.Aku sering ketawa sendiri kalo liat kondektur yang pake seragam oranye,kebayang terus.

21 Desember 2008

Memperingati Hari Ibu

"Bejo,sekarang kan hari ibu,apa yang kamu lakukan untuk memperingatinya?",tanya Bu Guru.
"Nggak ada Bu,ngapain? Saya kan nggak punya ibu",jawab Bejo.
"Oh,jadi kamu nggak punya ibu?
Bu Guru minta maaf,ibu benar-benar nggak tau".
"Iya Bu Guru,nggak apa-apa saya memang nggak punya ibu kok"
"Terus,yang biasa nganter kamu tiap pagi itu siapa?",tanya Bu Guru lagi.
"Itu emak saya Bu",
"???%######%%%%#3!!...''

12 Desember 2008

Solusi

Saat jiwa terkurung emosi
gerbang terbuka bagi depresi,
Alam semestapun pucat pasi
jika budi baik tiada beraksi

Waktu

Waktu telah melempar remajaku ke masalalu,
waktu menendang dewasaku jauh di depan,
waktu yang mengajariku hidup,
dan waktu terus berputar maju
tak berpaling kembali

(Triagus,maret2004)